Translation of "DJAM" into Indonesian
DJAM is the translation of "DJAM" into Indonesian. Sample translated sentence: The multiple winners, also found in the Best Film and Best Leading Actress categories, was controversial; film critics considered Lewat Djam Malam by far the better film and suggested that Djamaluddin Malik's funding of the festival had influenced Tarmina's win. ↔ Adanya dua pemenang dalam kategori ini, serta Film Terbaik dan Aktris Utama Terbaik, ternyata kontroversial; para kritikus film beranggapan bahwa film Lewat Djam Malam jauh lebih bermutu, dan berpendapat bahwa peran Djamaluddin Malik sebagai pendana festival film tersebut telah mempengaruhi kemenangan Tarmina.
DJAM
-
DJAM
-
Show algorithmically generated translations
Automatic translations of "DJAM" into Indonesian
-
Glosbe Translate
-
Google Translate
Add example
Add
Translations of "DJAM" into Indonesian in sentences, translation memory
The multiple winners, also found in the Best Film and Best Leading Actress categories, was controversial; film critics considered Lewat Djam Malam by far the better film and suggested that Djamaluddin Malik's funding of the festival had influenced Tarmina's win.
Adanya dua pemenang dalam kategori ini, serta Film Terbaik dan Aktris Utama Terbaik, ternyata kontroversial; para kritikus film beranggapan bahwa film Lewat Djam Malam jauh lebih bermutu, dan berpendapat bahwa peran Djamaluddin Malik sebagai pendana festival film tersebut telah mempengaruhi kemenangan Tarmina.
The music was composed by René Djam Afame, who also wrote the lyrics along with Samuel Minkio Bamba and Moïse Nyatte Nko'o.
Musiknya digubah oleh René Djam Afame, yang juga menulis teksnya bersama dengan Samuel Minkio Bamba dan Moïse Nyatte Nko'o.
On the base of the monument is a metal inscription "Disinilah Dibatjakan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada Tanggal 17 Agustus 1945 djam 10.00 pagi oleh Bung Karno dan Bung Hatta" ("This is where the Proclamation of Indonesian Independence was narrated on 17 August 1945 at 10 in the morning by Bung Karno and Bung Hatta") The lightning symbolizes the thundering of the Indonesian declaration of independence.
Tulisan yang kemudian dicantumkan, "Disinilah Dibatjakan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada Tanggal 17 Agustus 1945 djam 10.00 pagi oleh Bung Karno dan Bung Hatta".
This included the role of Norma, the fiancée of a returned guerrilla, in the Perfini–Persari collaboration Lewat Djam Malam, which won a Citra Award for Best Film at the 1955 Indonesian Film Festival.
Salah satu tokoh yang diperankannya adalah Norma, tunangan gerilyawan yang telah pulang dari kancah perang, dalam film Lewat Djam Malam, film kolaborasi Perfini–Persari yang memenangi Penghargaan FFI untuk Film Bioskop Terbaik pada Festival Film Indonesia 1955.
This duplication, also found in the Best Film and Best Leading Actor categories, was controversial; film critics considered Lewat Djam Malam by far the better film and suggested that Djamaluddin Malik had bought Tarmina's prize.
Duplikasi tersebut, yang juga terjadi dalam kategori Film Terbaik dan Pemeran Pria Utama Terbaik, menimbulkan kontroversi; para kritikus film menganggap Lewat Djam Malam sejauh ini merupakan film yang bagus dan menyatakan bahwa Djamaluddin Malik telah menggondol penghargaan Tarmina.